Rabu, 02 November 2011

Bagaimana cara saya memandang identitas oranglain dan bagaimana identitas saya dipandang oranglain???



Berbicara dan membahas tentang identitas diri sendiri dan identitas oranglain rasanya kita harus mengetahui  apakah yang dimaksud dengan identitas? apakah yang dimaksud dengan identitas diri?apakah setiap orang memiliki satu identitas atau lebih? bagaimana dan seperti apa cara kita memandang identitas seseorang?  pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang terlintas dipikiran saya ketika membahas tentang identitas. menurut saya,  hal ini penting untuk kita ketahui sebelum kita membahas identitas kita terhadap oranglain dan identitas orang lain terhadap kita sehingga dalam membahas hal tersebut tidak mengabaikan hal-hal yang harusnya diketahui dan diperhatikan dalam membahas hal tersebut.

Identitas merupakan ciri/tanda pengenal yang kita miliki untuk mengenal, mengetahui siapa kita. setiap orang memiliki banyak identitas dalam dirinya karena setiap orang dapat dilihat identitas dirinya berdasarkan agama yang dipeluknya, adat dan budaya yang dimilikinya, pendidikan maupun jabatan yang dimilikinya. sehingga setiap orang memiliki lebih dari satu identitas. mengetahui bahwa setiap orang memiliki lebih dari satu identitas memberikan kita pengetahuan bahwa dalam kehidupan bersosialisasi kita perlu memperhatikan identitas-identitas yang dimiliki seseorang bukan hanya memandang satu identitas saja.

Berbicara tentang identitas yang lebih dari satu dan cara memandang personal identitas, saya memiliki identitas yang dinilai orang sebagai seorang mahasiswa, orang jawa sunda, dan seorang muslimah karena identitas tersebut lahir dari agama yang saya peluk, budaya yang dimiliki oleh orangtua saya, dan status pendidikan saya.

Kebanyakan orang ketika mulai menilai personal identitas seseorang termasuk saya, maka hal yang biasanya terjadi adalah penilaian berdasarkan streotype atau pendapat umum yang sudah terbentuk sebelum mengenal personal identitas orang tersebut. Hal ini yang biasanya terjadi dalam melihat personal identitas seseorang. Contohnya ketika orang lain menilai saya sebagai anak jawa, mereka menilai saya adalah anak yang lemah lembut yang ternyata hal tersebut tidak seperti apa yang dinilai oleh kebanyakan orang. Begitu pula cara saya memandang personal identitas seseorang, seperti saya menilai teman saya yang berasal dari batak, saya menilai bahwa orang batak memiliki watak yang keras,perilaku yang kasar, dan sebagainya sesuai dengan stereotype yang saya miliki tentang orang batak sebelumnya. Padahal setelah mengenal dekat dengannya, dia adalah anak yang lembut dan penyabar. Hal tersebut sangat jauh berbeda dengan personal identitas yang dia miliki sebenarnya.

Selain stereotype yang biasanya digunakan seseorang dalam menilai personal identitas adalah pengalaman yang dimiliki oleh seseorang tentang identitas yang dimiliki oleh orang tersebut. Contohnya, saya memiliki pengalaman yang buruk dengan orang yang mempunyai identitas orang Cina, dia merupakan sesorang yang cekatan dalam bekerja namun sangat licik dalam mengatur pekerjaan, memilih orang-orang sebangsanya(cina) sehingga hal tersebut membuat stereotype dalam saya menilai identitas seseorang.

Maka dari itu kita perlu mengetahui bahwa setiap orang memiliki identitas yang lebih dari satu. Kita tidak bisa menilai seseorang dari satu identitas karena hal tersebut bisa dikategorikan sebagai judgment bukan sebagai penilaian. Jadi, banyak pelajaran yang saya dapatkan ketika saya mengetahui bahwa identitas seseorang tidak hanya satu, untuk menilai seseorang harus mengenal terlebih dahulu bukan mengeneralisasikan dengan apa yang pernah kita ketahui atau kita kenal sebelumnya dengan orang yang berbeda.



Sintha kusuma wardhani

2010110014